Kamis, 28 Februari 2013

Makna Perjamuan Kudus


1 Korintus 11:24-26
Perjamuan kudus adalah sesuatu yang sakral, kudus, suci. Disebutkan sakral karena dalam perjamuan kudus kita bersekutu dengan Tuhan melalui roti dan anggur yang dilambangkan sebagai tubuh dan darah Yesus. Ini perlu kita ketahui sehingga kita tidak kehilangan kuasa dan makna perjamuan kudus. Sebab ada orang Kristen yang mengikuti perjamuan kudus hanya sebagai rutinitas atau kebiasaan. Walaupun juga banyak yang mengikutinya karena ketaatan kepada Firman serta hasrat yang tinggi karena manfaat besar dari perjamuan kudus. Untuk itu kita perlu mengerti makna dari perjamuan kudus.
Berikut saya kutip 6 (enam) makna dari perjamuan kudus ;
1)    Perjamuan Kudus merupakan peringatan kematian dan kebangkitan Kristus. Dalam Matius 28:19-20 Yesus menyampaikan amanat agung tentang tugas dan tanggung jawab setiap orang percaya, yaitu memberitakan kabar tentang Yesus. Kita menjadi saksi-saksi kebenaran dari Injil supaya banyak orang percaya dan menerima keselamatan di dalam Yesus. Dan ketika kita menerima perjamuan kudus, kita sudah ambil bagian dalam pemberitaan kematian Tuhan Yesus.
“Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.” (1 Korintus 11:26). Mungkin kita kurang mampu berkata-kata dalam bersaksi kepada orang lain, tetapi waktu kita melakukan perjamuan kudus, maka kita sudah turut memberitakan kematian dan kebangkitan Yesus.
Juga, ketika kita menerima perjamuan kudus, kita sedang menyatakan kepada dunia bahwa Kristus telah mati untuk keselamatan umat manusia. Kematian Yesus adalah untuk penebusan dosa semua orang yang percaya kepadaNya. Acapkali kita jatuh dalam dosa, namun perjamuan kudus mengingatkan kita bahwa ada pengampunan dan penyucian atas dosa-dosa kita. Yesus Kristus sudah mati untuk menebus semua dosa kita asalkan kita percaya kepadaNya dan mengakui semua dosa kita (1 Yohanes 1:9). Jadi waktu kita menerima perjamuan kudus, kita juga menyatakan diri bahwa kita adalah orang yang sudah diampuni dan dikuduskan Tuhan
2)    Suatu ucapan syukur dan berkat atas keselamatan yang disediakan oleh Kristus. Waktu kita masuk dalam perjamuan kudus, pada saat yang sama kita sedang menyatakan berkat Tuhan dalam hidup kita, dan sekaligus rasa syukur atas segala keselamatan yang kita terima. Markus 14:22-23. Waktu kita menikmati perjamuan kudus, kita menikmati berkat Tuhan. Dan berkat ini bukan hanya untuk diri kita tetapi untuk dibagi-bagikan kepada orang lain. Dan kalau kita memberi kita pasti akan menerimanya. Setiap kita menabur maka kita akan menuai. Kita menerima berkat dan harus menjadi berkat bagi orang lain. 2 Korintus 9:6-8 – kalau kita rela menjadi berkat, kita akan menuai lebih banyak lagi berkat Tuhan. Karena itu sebagai orang Kristen kita tidak perlu takut kekurangan berkat. Sebab apabila kita menerima berkat dan menjadi berkat maka hidup kita pasti berlimpah oleh anugerah Tuhan.
Waktu kita menikmati perjamuan kudus, itu juga sebagai ucapan syukur kita kepada Tuhan yang sudah menebus dan memberikan keselamatan kepada kita. Karena itu mengikuti perjamuan Tuhan harus dengan sukacita, jangan dengan sakit hati atau dendam tetapi dengan ucapan syukur.

3)    Suatu persekutuan orang percaya dengan Kristus dan semua anggota tubuh Kristus. Perjamuan kudus membuat kita semua menjadi satu di dalam Kristus. 1 Korintus 10:16-17. Korban Kristus mempersatukan kita semua. Jadi, kalau kita dengan sungguh-sungguh menerima perjamuan kudus maka hubungan yang kurang harmonis pasti dipulihkan. Tubuh dan darah Yesus telah menyatukan kita semua, orang-orang yang berdosa dan yang diampuni. Namun kalau perjamuan kudus kita lakukan hanya sebagai rutinitas saja, maka hubungan kita sulit untuk dipulihkan. Ironisnya adalah bahwa ada anak-anak Tuhan yang tidak mau mengambil atau turut dalam perjamuan kudus karena belum bisa mengampuni orang lain. Tapi korban Kristus mengampuni dan memulihkan semua anggota tubuh Kristus. Anggota tubuh Kristus berarti semua orang-orang yang percaya, tidak perduli dari gereja mana, dari kota mana, suku apa, atau apa latar belakang. Karena satu tubuh, kita menjadi satu perasaan, sepenanggungan satu dengan yang lain sesama tubuh kristus.
4)    Pengakuan dan penyerahan kita untuk melakukan kehendak dan misi-Nya. Menerima perjamuan kudus juga merupakan kesediaan kita untuk melakukan perintah Tuhan. Sebagai anak Tuhan kita musti melakukan kehendak Tuhan, taat dan mengikuti seluruh kehendak Tuhan. Matius 26:28 – korban Yesus di salib adalah bentuk ketaatan-Nya kepada kehendak Bapa. Akibat ketaatan itu dosa banyak orang diampuni. Jadi Yesus menjadi teladan utama kita tentang ketaatan kepada kehendak Bapa.
5)    Pengharapan orang percaya akan bersama-sama masuk dalam perjamuan besar di sorga. Semua orang rindu masuk sorga. Dan mengikuti perjamuan kudus adalah sebagai pernyataan kerinduan kita untuk masuk sorga. Namun kita bukan hanya rindu masuk surga tetapi duduk bersama dengan Yesus dalam perjamuan besar di sorga. Matius 26:29. Mungkin ini seakan-akan sebuah mimpi, tetapi sebenarnya kalau kita melakukan perjamuan kudus dengan sungguh-sungguh, maka hal itu akan menjadi kenyataan kelak. Lukas 22:30.
6)    Merupakan tindakan iman menyambut kedatangan Yesus yang keduakali. Kita harus tetap menantikan kedatangan Yesus keduakali. Waktu kita masuk dalam perjamuan kudus, itu sebagai pernyataan bahwa kita tetap menanti kedatangan Yesus keduakali. Kita tidak tahu waktu kedatangan Yesus, tetapi mari persiapkan diri kita. Oleh sebab itu orang yang mengikuti perjamuan kudus musti mengalami pertumbuhan rohani sampai nanti sempurna untuk menyambut kedatangan Yesus keduakali.
Jadi kita harus sungguh-sungguh mengerti apa dan mengapa kita melakukan perjamuan kudus, sehingga berkat dari perjamuan kudus nyata dan kita alami dalam hidup ini. Tuhan memberkati! 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar